Selasa, 17 Oktober 2017

Pemilu OSIS, DA dan IPNU/IPPNU

PEMILU OSIS, DA DAN IPNU/IPPNU


Cilacap_Dalam rangka melaksanakan pendidikan demokrasi,  organisasi kesiswaan yang ada di SMK Makmur 1 Cilacap mengadakan pemilihan umum untuk memilih ketua dan ketua OSIS, Dewan Ambalan dan IPNU/IPPNU.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, dimulai pada hari Kamis, 28 September 2017 dan berakhir pada hari Jum'at, 29 September 2017. Kegiatan untuk hari pertama adalah untuk sosialisasi bakal pasangan calon di kelas - kelas. Sedangkan hari Jum'at 29 September 2017 untuk pemungutan dan penghitungan suara.

Pemilu yang diikuti oleh enam paslon tersebut akhirnya memenangkan pasangan no.1 Diah Sri Rejeki dengan Anggita untuk Ketua dan Wakil Ketua OSIS, sedangan untuk DA dimenangkan paslon no. urut 2 Citra Wandansari dengan Ayu Puji. Adapun untuk IPNU dan IPPNU dimenangkan oleh pasangan Novia dan Fikri.

Senin, 16 Oktober 2017

Barisan dan Deret Aritmatika

Menentukan Rumus Un pada Barisan Aritmatika











Naskah Drama Rama Sinta

RAMA  SINTA
Oleh : Ruslan Effendi

Kisah ini bercerita tentang kesetiaan cinta dua sejoli Rama dan Sinta. Kisah dimulai dari sayembara yang diadakan oleh Raja Janaka dari Wideda. Dalam sayembara Rama berhasil mengalahkan semua pesaingnya. Salah satu pesaing yang dikalahkan adalah  Rahwana, raja yang sakti mandraguna dari Alengka. Padahal Rahwana ngebet betul sama Sinta. Inilah yang menjadi awal perseteruan antara Rama dengan Rahwana.

Rama adalah putra mahkota Kerajaan Ayodya. Dia punya adik tiri namanya Laksmana dan Bharata. Ibu Bharata iri atas apa yang dicapai Rama, karena itu dia melakukan siasat untuk mengeluarkan Rama dari Keraton Ayodya. Raja Ayodya (Destarata), termakan oleh siasat istri mudanya. Maka setelah pernikahan Rama dengan Sinta dimintalah Rama untuk pergi bertapa dihutan Dandaka.


Dalam perjalanan ke hutan Dandakan Rama dan Sinta ditemani oleh adiknya Laksmana. Ketika tenda sudah didirikan Rahwana yang selalu mengikuti setiap gerak gerik Rama mulai melakukan siasatnya. Dibuatlah Rama dan Laksmana menjauh dari Sinta sehingga Sinta sendirian. Ketika Sinta sudah sendirian itulah Rahwana menculik Sinta.


Kisah lengkapnya dapat dilihat di link berikut :
RAMA SINTA

Rabu, 11 Oktober 2017

Naskah Drama Angling Darmo

GALAU HATI SANG RAJA
(Kisah cinta angling darma)
Oleh : Ruslan Effendi


Angling Darma dan Batik Madrim adalah Dwi Tunggal (Solmet) yang tak terpisahkan sejak dibangku sekolah sampai dengan bekerja dikerajaan. Sebagai lulusan terbaik Angling Darma diberi bonus oleh gurunya ilmu yang dapat mendengar percakapan para binatang. Sedangkan Batik Madrim diberi bonus ilmu kearifan dan tata kelola pemerintahan.

Jadilah pasangan ini menjadi Raja dan Patih yang mumpuni di Kerajaan Malowopati. Menjadi raja dan patih yang disegani oleh raja – raja tetangga. Angling Darmo menjadi Raja yang tampan, sakti tanpa tanding, welas asih pada rakyatnya dan sangat dihormati oleh rakyat dan koleganya. Sedangkan Batik Madrim menjadi patih (Perdana Menteri) yang cerdas, pinter mengelola pemeritahan dan merakyat, dihormati dan disegani oleh rakyat dan koleganya.

Kekurangan Angling Darma adalah tidak bisa melihat perempuan cantik.  Ia akan jatuh cinta pada perempuan cantik yang dilihatnya, tak peduli apakah cewek temanya atau bukan, yang penting sikat aja. Kekurangan Batik Madrim adalah tidak bisa menolak permintaan atasan, sehingga suatu ketika ceweknya diminta oleh Angling Darma dia memberikanya walaupun mungkin tidak iklas.

Para tokoh pada lakon ini adalah :
1.  Angling Darmo, Raja yang tampan, sakti mandraguna, welas asih pada rakyatnya, muadh jatuh  cinta pada perempuan cantik.
2.  Batik Madrim, Mahapatih yang tampan, pinter dan cerdas, mumpuni dalam ilmu pemerintahan, dekat dengan rakyat dan patuh pada atasan.
3.  Setyawati, Adik  Batik Madrim yang akhirnya menjadi istri Angling Darmo, cantik jelita, harus  mati bunuh diri.
4.    Bu guru alias Naga Gini, istri Pak Guru
5.    Pak Guru alias Naga Raja, adalah gurunya Angling Darmo dan Batik Madrim.
6.    Mboke, perempuan Desa Ibu dari Setyawati.
7.    Bapake, lelaki desa yang lugu, bapak dari Setyawati.
8.    Tlampar, kekasih gelap Bu Guru
9.    Padle Pop

Kisah lengkapnya dapat dilihat di link berikut :
     GALAU HATI SANG RAJA

Selasa, 10 Oktober 2017

Naskah Drama Calon Arang

CALON ARANG
oleh Ruslan Effendi


Calon Arang merupakan cerita rakyat (legenda) yang terjadi masa kerajaan Kahuripan (Kediri) dengan rajanya yang bernama Airlangga. Calon Arang sendiri merupakan seorang janda yang tinggal di Desa Girah, salah satu desa di Wilayah Kerajaan Kediri.

Suatu saat Calon Arang marah besar, karena dia merasa dibohongi oleh Raja Airlangga. Karena kemarahannya itulah dia menyebarkan wabah penyakit diseluruh wilayah Kediri. Akibat perbuatannya banyak Penduduk Kediri yang mati. Wabah itu terjadi berkepanjangan, sehingga membuat rakyat ketakutan.

Calon Arang mempunyai seorang putri yang cantik jelita. Walapun demikian tak seorangpun pemuda yang berani datang melamar. Mereka takut dengan Calon Arang. Sejak menyebarnya wabah penyakit Calon Arang dikenal sebagai tukang santet. Dengan tidak adanya pemuda yang mau dengan putrinya kemarahan Calon Arang semakin menjadi – jadi. Maka diapun menyebarkan wabah penyakit yang lebih dahsyat. Orang yang sakit pagi sorenya meninggal, sebaliknya orang yang sakit sore paginya meninggal.

Mendengar hal tersebut Raja sangat sedih dan marah. Maka dikumpulkannya segenap pegawai kerajaan. Membahas taktik untuk dapat mengalahkan Calon Arang. Atas usul Empu Bharada, maka diutuslah Bahula untuk menikahi putri Calon Arang. Setelah Bahula menikah dengan putri Calon Arang tahula dia kelemahan Calon Arang. Ia pun segera memberitahukannya kepada Mpu Bharada.

Di akhir cerita Calon Arang harus mati oleh Mpu Bharada. Dibalik kekejamannya sebenarnya Calon Arang hanyalah menuntut hak dan keadilan. Namun keadilan itu tidak pernah didapatnya sampai meninggal. Meninggal dengan predikat tukang santet. Kasihan.

Kisah lengkapnya dapat dilihat di link berikut :
CALON ARANG

Entri yang Diunggulkan

PUISI - PUISI KARYA SISWA

Tak Seindah Angan Oleh : Dian Begantya (XIIAK-2) Dulu ... Ketika aku belum lagi terpaut Betapa indah kubayangkan Bila dua ins...